Selasa, 29 April 2008

Contoh Orang Murtad Yang Memerangi Allah Dan RasulNya

You must be logged in to post a comment.
Stockholm, 20 Februari 1999


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Saudara Awang Burhanuddin.
Percaya kepada Kitab Allah, yaitu Al Qur'an adalah salah satu tiang dalam Agama Islam. "Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummmu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung."(Al Baqarah: 3-5)

Nah, karena dalam Islam adalah keyakinan dan kepercayaan terhadap Kitab (Al Qur'an) adalah yang menjadi dasar dalam Islam, maka sekarang saya mau bertanya kepada saudara Awang Burhanuddin, yaitu,

Apakah saudara percaya kepada kitab agama yang saudara anut sekarang itu adalah di turunkan oleh Allah dan saudara meyakini seratus persen tanpa mengadakan koreksi, sanggahan, kritik, dan saudara menganggap kitab itu manualnya tidak penuh kebohongan dan realibility?

Memang dalam Islam tidak ada paksaan untuk menerima Islam dan menjadi muslim, "laa ikraha fiddiin.."(Al Baqarah, 256), karena hanya Tuhanlah yang akan memberikan pimpinan "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi pimpinan kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi pimpinan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima pimpinan" (Al Qashash, 56).
Adapun bagi orang muslim yang murtad artinya meninggalkan atau menukar agama Islam dengan agama lain, jelas dalam Islam ada hukumannya. "...Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam keadaan kekafiran, maka amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Baqarah, 217).

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (Al-Maidah : 33)
"Siapa saja yang mengganti agama (Islam)nya, maka bunuhlah dia !!" (HR. Ahmad, Al Bukhori, Muslim, Ashabus Sunan).

Dimana dalam pelaksanaan hukuman itu memerlukan tahapan, yaitu pertama memberikan pihak yang berwenang (dari pihak Khilafah Islam) harus segera mempertanyakan kepada yang bersangkutan dan memintanya bertaubat (Istitatabah) kepada Allah SWT dan untuk kembali kepada Islam. Jika dia menolak, maka dia diberi tempo untuk mempertimbangkan sikapnya. Bila dia masih tetap melanjutkan kekafirannya dan mengadakan perlawanan serta memerangi Allah dan Rasul-Nya juga membuat kerusakan di dalam khilafah Islam, maka dari pihak Khilafah Islam menjatuhkan hukuman mati atas tindak pidana-nya itu atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri.

Saudara Awang Burhanuddin Baharuddin.
Sebelum saya mengahiri diskusi ini, saya ingin menghimbau kepada saudara untuk memikirkan kembali apakah benar apa yang saudara katakan ini "Islam itu tidak benar!! Kalau benar buat apa dia keluar Islam? Saya keluar dari Islam karena alasan itu, ISLAM TIDAK MEMILIKI DASAR KEBENARAN. Ini pendapat saya.
Sekali lagi kalau Islam itu benar tidak mungkin saya pindah agama (saya pasti tetap Islam)".

Dan saya memberikan waktu kepada saudara.
Dan sekali lagi saya bertanya kepada saudara Awang Burhanuddin Baharuddin, yaitu Apakah saudara percaya kepada kitab agama yang saudara anut sekarang itu adalah di turunkan oleh Allah dan saudara meyakini seratus persen tanpa mengadakan koreksi, sanggahan, kritik, dan saudara menganggap kitab itu manualnya tidak penuh kebohongan dan realibility?

Berhati-hatilah dalam berbicara, saudara Burhanuddin Baharuddin.
Inilah tanggapan dari saya untuk saudara Awang Burhanuddin Baharuddin.
Sekian.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
------
huskersusa@hotmail.com
Awang Burhanuddin wrote:
Sdr. Ahmad,
Kenapa anda begitu membenci orang-orang yang pindah agama dari Islam ke agama lain? Bukankah Islam juga tidak pernah memaksa orang untuk menjadi Islam. Ini bukan berlaku hanya untuk orang non-Islam. Tapi juga berlaku untuk orang muslim sendiri yang merasa Islam itu tidak benar!! Ia berhak keluar dan anda jangan sakit hati dan berfikir negatif tentang seseorang yang keluar dari Islam. Dia tentuk punya alasan sendiri. Alasan itu tentu (langsung saja ya..) Islam itu tidak benar!! Kalau benar buat apa dia keluar Islam? Saya keluar dari Islam karena alasan itu, ISLAM TIDAK MEMILIKI DASAR KEBENARAN. Ini pendapat saya. Sekali lagi kalau Islam itu benar tidak mungkin saya pindah agama (saya pasti tetap Islam).

Anda seharusnya lebih waspada (dan lebih berfikiran negatif) terhadap orang yang mengaku Islam (Islam KTP), tetapi sebenarnya ia tidak pernah tahu apa benar Islam itu atau tidak. Dengan kata lain dia tidak tahu apa yang ia tunggangi itu Harimau atau Singa. Tapi saya jelas tahu apa yang saya tunggangi untuk menuju kebenaran.Dan saya tentu juga berharap Sdr.Ahmad mengerti akan tunggangan sdr.sekarang ini. Yang penting perhatikan performansinya baca buku manualnya (pakai otak yang merupakan angerah Allah Swt., jangan mudah percaya kepada buku manual walupun ada embel-embel Made in Allah Swt, semua juga kitab didunia ini pakai slogan serupa Made ini Allah Swt. Bukan Islam saja sdr. Ahmad).

Apapun yang telah saya tulis kepada sdr. adalah kritik terhadap Islam dan merupakan bagian dari pembuktian saya bahwa Islam itu tidak benar (buku manualnya penuh kebohongan dan tidak realibility). Anda selalu mengatakan semua itu perintah Allah dan tidak pernah anda pikirkan bahwa bisa saja sebenarnya itu bukan dari Allah Swt. Umat Islam sebaiknya kritis (kritis itu bukan dosa). kenapa umat Islam tidak pernah kritis terhadap Qur'an? Seperti sering saya katakan sesuatu yang benar itu tidak akan luntur oleh kritik. Justru disitu dia diuji!! Anda seharusnya pernah berfikir apa benar ya yang ditulis Qur'an ini? Anda berhak menyakan pertanyaan seperti itu, karena anda Islam sebenarnya bukan karena mau anda sendiri (anda kan islam 'karena orangtua anda Islam?).

Jadi tidak fair dong beli kucing dalam karung!! Qur'an bisa dinilai dari kasus-kasus seperti yang saya ungkapkan, yakni banyak hal yang tidak logic!! Disemua kitab suci memang banyak hal yang tidak bisa dipikirkan secara logic (contoh: wujud Allah Swt), tapi banyak pula hal-hal yang dapat dipikirkan secara logic. Hal-hal dimana Qur'an gagal dalam pengujian logic-lah yang saya sebuat sabagai sebuah KETOLOLOAN (contohnya: masalah Kawin Tidak Seagama, dan juga masalah islam yang rasialis (arab-oriented), dan akan saya susul kelak hal-hal lain dalam tulisan saya selanjutnya).
Sdr. Ahmad salah besar kalau menganggap saya membuka front terhadap Islam. Islam itu saudara saya, saya hanya mengkritik buku manualnya yang penuh dengan penyimpangan. Masalah kata-kata saya agak keras (seperti: Tolol, dsb.), menurut kriteria saya sopan-sopan saja. Itu bukan kata kotor, cuma kata bernada keras. Kita bisa gunakan kata keras kalau sesuatu yang dimaksud memang pantas untuk mendapatkannya.
Sekian sdr. Ahmad, selamat bekerja.
Salam sejahtera,

Awang Burhanuddinn Baharuddin

Tidak ada komentar: